Berbicara
tentang Pandangan islam dimata dunia atau hubungan umat islam dengan dunia
diluar islam bisa kita lihat dari perlakuan kaum Quraisy terhadap Nabi Muhammad
SAW dan para pengikutnya. Kemudian bagaimana respon dunia diluar islam terhadap
penyebaran islam ke Eropa, ketegangan-ketegangan yang terjadi antara umat islam
dengan umat kristen barat dan timur.
Ketegangan-ketegangan
yang terjadi antara dunia barat dan Islam telah lama terjadi. Pada awal abad ke
11 M, peperangan umat Islam melawan Nasrani dan Yahudi telah terjadi. Contohnya
pada perang mujahid Islam dengan tentara Kristen, Jerman dan Yahudi, perang itu
lebih dikenal dengan perang salib. Perang itu banyak menumpahkan darah dan
pembantaian keji oleh kaum Nasrani dan Yahudi terhadap mujahid-mujahid Islam.
Walau Perang yang dikenal Perang salib itu telah bergejolak hingga Perang Salib
IV, namun titik terang perdamaian tiga agama itu tak kunjung usai.
Sampai
saat ini, konflik dunia Islam dengan Barat terus meradang. Konflik tersebut
banyak menuai protes dan perang dingin antara dunia Islam dan Barat. Hal ini
terbukti, adanya konflik Negara Islam di Timur Tengah yang masih belum
terselesaikan. Seperti Konflik di Afghanistan, Irak, Iran dan Palestina. Tidak jarang,
konflik di negara-negara Islam tersebut justru berbuntut pada pandangan negatif
masyarakat dunia Barat terhadap Islam. Islam dianggap agama yang keras, kejam,
dan banyak aturan. Pandangan negatif itu semakin berkembang seiring adanya
penyerangan, pengeboman dan aksi teror yang dilakukan sebagian umat muslim
garis keras terhadap dunia Barat.
Fakta
menunjukkan, masyarakat muslim di Negara seperti Amerika Serikat, mendapat
perlakuan tidak adil semenjak isu tentang teror yang dilakukan masyarakat
muslim marak diberitakan. Masyarakat muslim di Amerika Serikat, didiskriminasi,
dikucilkan, dibatasi ruang geraknya hingga hak-haknya tidak terpenuhi. Padahal,
konflik antara dunia Barat dan Islam bukan dimulai oleh umat muslim, justru
kaum muslim menjadi korban dari serangan yang dilakukan kaum Nasrani dan
Yahudi. Contohnya konflik antara Irak dan Amerika. Konflik tesebut berawal dari
adanya tuduhan Amerika terhadap Irak. Irak dituduh memproduksi senjata nuklir.
Namun faktanya, setelah Irak dihancurkan hingga Saddam Husein dieksekusi mati
tuduhan tersebut tidak terbukti. Ironisnya, Amerika tidak mau meninggalkan
negeri Irak. Begitu juga konflik Palestina dengan Israel. Konflik-konflik
tersebut bertujuan untuk menjatuhkan Islam dari planet bumi ini. Di sisi lain, berita
yang disampaikan oleh berbagai media selalu menyudutkan umat Islam. Ironisnya,
masyarakat dunia menelan begitu saja pandangan-pandangan negatif itu sebagai
fakta nyata bahwa Islam merupakan agama kejam dan teroris. Akhirnya, opini
miring tentang Islam sebagai agama teroris pun semakin berkembang.

